Published at 17/05/2020
BANYUWANGI KEMBALI BUKA PENDAFTARAN BEASISWA PROGRAM BANYUWANGI CERDAS (PBC),
Pemkab Banyuwangi kembali menggulirkan program beasiswa
”Banyuwangi Cerdas” untuk jenjang sarjana strata 1 (S-1) bagi anak muda
berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Setiap mahasiswa peserta
program ini bakal mendapat alokasi dana sebesar Rp 12 juta per tahun.
Tahun ini pemkab menggandeng empat perguruan
tinggi negeri (PTN) untuk ”menampung” peserta program Banyuwangi Cerdas
tersebut. Empat PTN itu meliputi Universitas Jember (Unej), Universitas Islam
Negeri Jember, Universitas Terbuka di Jember, serta Institut Seni Indonesia
(ISI) Surakarta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan
(Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, setiap tahun pemkab mengalokasikan
beasiswa bagi pelajar yang berprestasi. Program beasiswa yang telah diluncurkan
sejak 2011 ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak muda berprestasi dari
keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan para penyandang disabilitas berprestasi.
”Kriteria utama untuk program beasiswa
Banyuwangi Cerdas adalah anak muda dari keluarga kurang mampu namun mempunyai
potensi dan prestasi. Ini adalah bagian dari upaya peningkatan daya saing
sumber daya manusia (SDM) Banyuwangi,” ujar Suratno.
Suratno menuturkan, pendaftaran program beasiswa
Banyuwangi Cerdas telah dibuka mulai Rabu (20/5) sampai 30 Juni mendatang.
Kuota penerima ditentukan dari masing-masing perguruan tinggi. ”Saya mengajak
anak muda Banyuwangi yang memiliki kriteria untuk segera mendaftar program
ini,” ajaknya.
Suratno menambahkan, ada dua syarat yang harus
dipenuhi calon peserta. Syarat pertama adalah harus berasal dari keluarga
kurang mampu yang dibuktikan dengan dokumen pendukung, seperti form yang berisi
tentang biodata orang tua, pekerjaan, rekening listrik, dan foto rumah dari
berbagai sisi. ”Nantinya ada tim khusus yang akan melakukan survei ke lokasi,”
kata dia.
Kedua, mereka harus lolos Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). ”Peserta program beasiswa ini akan mendapatkan
alokasi dana Rp 12 juta per mahasiswa per tahun,” tutur Suratno.