Published at 30/06/2020
GARDA AMPUH UNTUK MEMBERANTAS ANAK PUTUS SEKOLAH,
Pemkab
Banyuwangi menggulirkan inovasi ‘Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah
(Garda Ampuh)’. Gerakan ini menjaring anak yang berhenti sekolah dan
mengajaknya kembali ke kelas.
Melalui gerakan ini,
Pemkab Banyuwangi mendorong pengentasan anak putus sekolah untuk mewujudkan
pelaksanaan wajib belajar 12 tahun. Ada tim khusus yang digerakkan Dinas
Pendidikan dengan melibatkan sejumlah elemen masyarakat. Tim tersebut bertugas
menjaring dan memburu anak-anak putus sekolah, kemudian mengajaknya kembali ke
sekolah.
Penuntasan anak putus
sekolah ini dilakukan dengan tiga skema. Skema pertama, anak yang ditemukan
drop out sesuai usianya. Misalnya, saat kelas III SD langsung dikembalikan ke
sekolah normal. Skema kedua, jika ditemukan putusnya di kelas VI SD tidak perlu
dikembalikan ke sekolah, tetapi diikutkan ujian akhir dengan diberi modul
belajar sebagai bahan untuk mengerjakan ujian agar bisa naik ke jenjang
berikutnya. Sementara skema ketiga, jika ditemukan sudah lewat usianya, bisa
diikutkan program paket melalui Pusat Kegiatan Belajar masyarakat (PKBM).
Jika ternyata skema I,
II, dan III ini belum memungkinkan dilakukan, Pemkab Banyuwangi masih
memberikan pilihan dengan program pendidikan kewirausahaan, seperti pelatihan
pengasuh bayi ataupun pelatihan lainnya sebagai bekal hidup mereka kelak.
Program Garda Ampuh
juga meluncurkan tabungan bagi 2.800 anak yang rentan putus sekolah.
Masing-masing anak akan mendapatkan tabungan senilai Rp1 juta per tahun. Selain
tabungan, Pemkab Banyuwangi juga menggelontorkan dana untuk uang saku dan uang
transportasi bagi pelajar kurang mampu.
Dalam program uang
saku, pelajar SD diberi Rp5.000 setiap hari, SMP Rp10.000 per hari, dan SMA/SMK
Rp15.000 per hari. Adapun bantuan uang transportasi Ro 5000 per hari. Program
uang saku dan uang transportasi tersebut dikhususkan bagi pelajar dari empat
kecamatan dengan partisipasi sekolah terendah. Total dana Rp1,5 miliar per
tahun dibelanjakan untuk program tersebut. Tujuannya untuk mendorong para
pelajar semakin giat belajar.