KLINIK KEJAR MIMPI, Mengatasi Masalah Pembelajaran Saat Pandemi


Published at 15/12/2020

KLINIK KEJAR MIMPI, Mengatasi Masalah Pembelajaran Saat Pandemi,

Banyuwangi, Wabah covid-19 yang merambah di Kabupaten Banyuwangi memiliki dampak di berbagai bidang. Tak terkecuali di dunia pendidikan. Upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran corana virus disease 19 adalah dengan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Berbagai strategi dilakukan secara trial and eror berdasarkan kemampuan pendidik dan perangkat serta akses yang dimiliki masing-masing lembaga pendidikan.

 

Bimtek yang dilakukan oleh Kemenristekdikti RI sangat bermakna dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan PJJ. Platform yang tak berbayar juga bertebaran di berbagai media. Sehingga mengerucutlah pada Learning Management System (LMS) yang mempermudah transformasi ilmu dan pengetahuan. Salah satunya yang sangat diminati karena easy to use adalah Google Workspace Education.

 

Penggunaan LMS tidak selalu bisa diikuti oleh semua praktisi pendidikan dan juga wali murid serta murid selaku user. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam pembelajaran adalah: tidak memiliki perangkat, keterbatasan akses internet, keterampilan orang tua dalam penggunaan LMS, ketidakmampuan orang tua dalam mendampingi anak belajar di jam-jam belajar, keterampilan dan kompetensi guru yang sulit di up-grade, dan ketidakpahaman orang tua dalam penggunaan apilkasi secara universal dalam perangkat yang dimiliki.

 

Kebijakan pemerintah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) yang memberlakukan 50% murid di sekolah sekaligus 50% murid di rumah menggunakan LMS selanjutnya disebut blended learning. Namun kendala yang muncul adalah keniscayaan yang tidak terelakkan. Jika dipilah secara segmentasi, maka ada 3 kelompok yang membutuhkan up grading dan pendampingan untuk mengatasi masalah yang dihadapi, yaitu guru, wali murid dan murid. Ketiga kelompok ini memiliki perbedaan permasalahan namun secara global memiliki kesaamaan, yaitu skill penggunaan LMS dalam blended learning.

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diusunglah program yang bisa mewadahi keluhan secara klinis dan mendapatkan treatment sesuai dengan segmentasinya yaitu Klinik Kejar Mimpi.

Klinik Belajar Dampak Pandemi Bersama Komite Tanggap dan Pendidik Tangguh yang kemudian disederhanakan dengan akronim Klinik Kejar Mimpi adalah program yang mendorong praktisi dan pengguna pendidikan agar bisa menyampaikan segala keluhan terhadap keterbatasan skill dan kemampuan dalam melaksanakan blended learning. Klinik yang hadir di dalam sekolah berfungsi sebagai tempat menampung keresahan dan kebutuhan masyarakat. Ada 4 akes yang bisa digunakan yaitu: WA center, call center, web sekolah, dan atau klinik yang berupa posko dalam sekolah.