Published at 27/04/2020
INOVASI “HYBRID LEARNING” SOLUSI PEMBELAJARAN SAAT PANDEMI,
Banyuwangi - Sejak pemerintah
meniadakan pembelajaran tatap muka (PTM) dan di berlakukan pembelajaran jarak
jauh (PJJ), muncul berbagai pro dan kontra yang muncul. Dari berbagai macam penelitian
mengungkapkan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai kurang
efektif.
Sementara itu, jika kegiatan
dilakukan dengan tatap muka, dikhawatirkan akan menimbulkan cluster Covid-19
baru di lingkungan sekolah. Maka, untuk mengantisipasinya, terciptalah sebuah
inovasi dengan nama “HYBRID LEARNING”
Hybrid Learning ini di munculkan guna mempermudah guru,
wali murid dan siswa melaksanakan pembelajaran.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan mengapresiasi inovasi ini. “Agar
tidak menimbulkan cluster baru di pendidikan, maka inovasi ini sangat
membantu akan kekhawatiran kita selama ini.” Kata Suratno.
Sementara itu, jika kegiatan pembelajaran dengan metode
daring, dosen bisa memanfaatkan fasilitas interaksi daring dengan learning
management system (LMS). Misalnya adalah Edmodo, Google Classroom, Google Meet,
Zoom Meet, Skype, dan media pembelajaran lainnya.
“Ini
adalah sebuah solusi pembelajaran saat pandemi, dalam pelaksanaan kegiatan ini
tidak perlu menggunakan alat yang mahal, karena disudah tersedia di google dan
banyak aplikasi di android.” imbuhnya.
Masing-masing
aplikasi pembelajaran tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Melalui
analisis karakteristik peserta didik, sarana dan prasarana, kondisi ekonomi dan
lain sebagainya.
Akhirnya
pembelajaran daring dilakukan dengan kombinasi antara whatsapp, google
classroom dan video pembelajaran inovatif. Dengan pembuatan video pembelajaran
ini, guru bisa tampil di dalam video yang nantinya dapat menjelaskan materi
pembelajaran kepada siswa.
Video
pembelajaran ini pun dapat dibuka oleh siswa dan orang tua kapan pun dan di
manapun. Dengan demikianbagi mereka yang dalam satu keluarga hanya memiliki
satu HP dapat bergantian dengan anggota keluarga lainnya.