SATU KARYA SATU GURU (TUKAR TUGU)


Published at 21/07/2020

SATU KARYA SATU GURU (TUKAR TUGU),

Pepatah lama mengatakan membaca adalah jendela dunia yang masih relevan digunakan sampai dengan saat ini. Segala ilmu pengetahuan dapat dipelajari dengan membaca, sehingga berbagai macam permasalahan dapat dipecahkan.

Ironisnya penelitian dari UNESCO, Indonesia merupakan negara dengan minat baca yang rendah. Banyak faktor yang menyebabkan kurangnya minat baca di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya budaya literasi di Indonesia.

Berkembangnya teknologi informasi seharusnya dapat mendorong budaya literasi semakin terbentuk, namun sayangnya perkembangan teknologi informasi dengan hadirnya berbagai media sosial lebih banyak berdampak kurang baik dan menyulut permasalahan sosial.

Melihat urgensi dari budaya literasi khususnya di kalangan pendidik, maka ditemukan inovasi dalam memberdayakan para pendidik untuk berkontribusi membangun budaya literasi yaitu Satu Karya Satu Guru (TUKAR TUGU) bekerjasama.

Pelaksanaan TUKAR TUGU diharapkan dapat memperluas khasanah literasi di Kabupaten Banyuwangi dan berkontribusi dalam membangun budaya literasi secara luas.

Dibentuknya inovasi ini bertujuan agar dapat menumbuhkan budaya literasi di kalangan Pendidik, Memberdayakan para Pendidik agar dapat berkontribusi di bidang literasi dan meningkatkannya kompetensi Pendidik kedepannya.

Dengan demikian kedepannya inovasi ini dapat menjadi contoh bagi dunia pendidikan yang semala ini kurang akan adanya literasi.