Published at 26/01/2021
SOSIALISASI INOVASI DUTA CEGAH PERKAWINAN ANAK,
Ada banyak faktor yang
menyebabkan perempuan Indonesia terpaksa memilih untuk menjalani pernikahan
dini. Salah satu faktor
penyebab pernikahan dini yang paling sering menyebabkan pernikahan dini adalah
factor ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih banyak masyarakat
Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan dan memiliki banyak anak. Guna
mengurangi beban, tidak jarang para orangtua memutuskan untuk menikahkan
anaknya. Tidak hanya itu saja alasannya, masih banyak orangtua
yang menikahkan anaknya di usia dini dengan menjodohkannya dengan pria kaya,
bahkan rentang usianya jauh berbeda. Alasannya untuk meningkatkan perekonomian
keluarga. Hal ini masih banyak terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.
Dari permasalahan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten
Banyuwangi menginisiasi sebuah inovasi yang diberi nama “Duta Cegah perkawinan
Anak”. Sebuah inovasi yang disasarkan kepada para siswa sekolah yang dikukuhkan
menjadi duta cegah perkawinan anak yang bertugas menggaungkan edukasi
pencegahan perkawinan anak kepada lingkungan sekitarnya. pembentukan duta cegah
perkawinan anak tersebut untuk mendukung program Ruang Rindu (Ruang
Pemberdayaan dan Perlindungan Ibu-Anak) yang telah diresmikan Menteri PPPA, I
Gusti Ayu Bintang Darmawati. Program Ruang Rindu merupakan inovasi yang
menghadirkan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan dari hulu ke hilir.
Termasuk di dalamnya upaya mengurangi perkawinan anak, dan upaya perlindungan
anak dari dampak buruknya.